![]() |
| Ekstak Manggis Sebagai Antibiotik |
Kadar xanthone di dalam kulit manggis mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone berhasiat sebagai antioksidan. Dibandingkan dengan buah-buahan lainnya, kandungan antioksidan pada manggis lebih tinggi. Zat antioksidannya bahkan melebihi vitamin E. Xanthone pada kulit buah manggis yang bermanfaat sebagai antioksidan adalah alpha mangostin dan gamma mangostin. Kedua antioksidan ini berperan sebagai imunitas, antibiotik (ampisilin dan minosin), anti jamur, anti virus, anti kanker, anti diabetes dan anti radang. Kandungan antioksidannya yang tinggi membuat manggis dikatakan sebagai anti kanker.
Antibiotik merupakan senyawa mikroorganisme seperti jamur atau bakteri tertentu yang telah “dijinakkan” dan bila dimasukkan ke dalam tubuh dapat menjadi penyembuh yang ampuh. Antibiotik berperang melawan bakteri-bakteri di dalam tubuh.
Antibiotik mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyakit (bakteriostasis) dan membunuh bakteri penyakit tersebut (baktericidal). Sehingga senyawa ini mampu menghilangkan dan membasmi bakteri tanpa menimbulkan efek samping yang berarti pada tubuh yang mengonsumsinya.
Antibiotik umumnya bekerja pada penyakit-penyakit infeksi atau yang disebabkan oleh bakteria saja. Misalnya, penyakit-penyakit yang berkenaan dengan infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan atau peradangan telinga.
Antibiotik mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyakit (bakteriostasis) dan membunuh bakteri penyakit tersebut (baktericidal). Sehingga senyawa ini mampu menghilangkan dan membasmi bakteri tanpa menimbulkan efek samping yang berarti pada tubuh yang mengonsumsinya.
Antibiotik umumnya bekerja pada penyakit-penyakit infeksi atau yang disebabkan oleh bakteria saja. Misalnya, penyakit-penyakit yang berkenaan dengan infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan atau peradangan telinga.

No comments:
Post a Comment